Feature news

Tampilkan postingan dengan label Woman. Tampilkan semua postingan

Jilbab Mengubah Amerika

Jilbab Akhirnya Ubah Sejarah Gedung Putih!


WASHINGTON – Seorang wanita Muslim pertama ditunjuk untuk sebuah posisi dalam pemerintahan Barack Obama bertemu dengan para pembuat undang-undang pada Senin lalu dan membahas peranannya dalam sebuah dewan kepenasehatan antar agama memberikan harapan-harapan baru di pemerintahan akan memperluas dialog dan pemahaman.

Lesung pipi Dalia Mogahed tampak bersinar di bawah Jilbabnya, penutup kepala Muslim, ketika ia menyapa para staf senat dan para kritikus politik pada sebuah rapat yang diorganisir oleh Asosiasi Kongres para Staf Muslim untuk membahas opini publik Muslim Amerika dalam kebangkitan sebuah survey baru-baru ini.


Warga negara Amerika kelahiran Mesir – yang mengepalai Pusat Gallup Amerika untuk Studi-studi Muslim, sebuah pusat penelitian non-pemerintah yang menyediakan analisis data pengantar dalam pandangn populasi Muslim di seluruh dunia – menjadi wanita Muslim berJilbab pertama yang ditunjuk dalam posisi di Gedung Putih.

“Saya merasa sangat terhormat diberikan kesempatan ini untuk melayani negara saya dengan cara ini,” Mogahed, yang akan menjadi jendela Obama kepada komunitas Muslim Amerika, berkata.

Bulan lalu, Obama menandatangani sebuah perintah eksekutif yang merancang sebuah badan baru di Gedung Putih yang disebut “Office of Religius Partnership” (Kantor Kemitraan Keagamaan) untuk mendukung institusi keagamaan dan memperkuat dialog antar agama dan ikatan kepemerintahan. Kelompok kepenasehatan, terdiri dari 25 keagamaan dan perwakilan sekuler, bertugas melaporkan kepada presiden tentang peranan agama yang dapat dimainkan dalam menyelesaikan masalah sosial dan menujukan kepada masalah-masalah hak-hak warga sipil.

“Kunci ide dari dewan tersebut adalah untuk menepuk ke dalam sebuah energi dan kebijaksanaan dari organisasi-organisasi keagamaan dan para pemimpin yang memfokuskan pada kelompok keagamaan untuk menyelesaikan masalah-masalah umum,” Mugahed menjelaskan.

Mogahed akan memberi penerangan singkat pada Obama tentang apa yang Muslim ingin dari Amerika Serikat dalam sebuah tawaran untuk menciptakan hubungan komunikasi dan gambaran keliru yang benar dari Muslim Amerika.

Kelompok kepenasehatan akan membantu memberi definisi dari masalah-masalah yang berhubungan dengan komponen keagamaan termasuk dampak-dampak dari krisis ekonomi pada kelompok-kelompok minoritas dan fenomena dari keluarga tanpa ayah. Hal ini juga akan meminta untuk mengurangi jumlah aborsi dan memperkuat hubungan antar agama antara Muslim dan Kristen.

Alasan dasar di balik dewan tersebut adalah kerja sama antara keagamaan dan membantu mereka menjadi sebuah kekuatan yang membantu mendorong masyarakat untuk maju,” Mogahed mengatakan. “Tantangan-tantangan kemasyarakatan dibagi oleh semua kelompok-kelompok yang berdasarkan keagamaan dan inilah tugas kami untuk menyatukan mereka melawan tantangan-tantangan umum.”

Mugahed akan tetap melanjutkan pekerjaan tetapnya di Gallup sambil mengabdi sebagai seorang penasehat.

Penunjukan Mugahed datang pada masa kritis yang diberikan oleh arus pasang dari Islamophobia di media dan diantara beberapa siklus akademis.

“Saya sangat senang bahwa Dalia diminta untuk menjadi bagian dari kelompok kepenasehatan ini karena ia mewakili posisi yang unik,” Jihad Saleh Williams, dari Asosiasi Kongres Staf Muslim, menuturkan.

“Selalu terdapat sebuah pertanyaan dari siapa ahlinya? Siapa yang berbicara tentang Muslim? Hal itulah yang terdapat dipikiran para pembuat kebijakan pada umumnya,” Williams mengatakan. “Dalia mengetahui bahwa Komunitas Muslim dan semua yang ia katakan datang dari pekerjaannya di Gallup, yang berdasarkan fakta dan berlawanan dari dengan “para ahli” yang sering kita lihat di TV yang berbicara, tidak berdasarkan fakta, tetapi berdasarkan ideologis. Dalia adalah alternatif yang berdasarkan fakta dari hal tersebut,” ia mengatakan.

Sebagai peneliti senior, dan direktur eksekutif dari Pusat Gallup dengan latar belakang teknik KIMIA dan dministrasi bisnis, Mogahed mengepalai studi-studi tentang opini publik seluruh dunia tentang Muslim. Studi-studinya dan hasil statistiknya telah dikutip oleh media yang menonjol seperti Wall Street Journal, majalah Foreign Policy, Middle East Policy dan the Harvard International Review.

Pada 2008, ia bekerjasama dengan John L. Espito menulis “Who Speaks On Behalf Of Islam? What a Billion Muslims Really Think,” (Siapa yang berbicara atas nama Islam? Apa yang Sebenarnya Milyaran Muslim Pikirkan), studi terbesar dan yang paling komprehensif dari opini publik seluruh dunia tentang Muslim.

Penasehat Muslim pertama yang ditunjuk oleh Gedung Putih tersebut menandai awal dari sebuah kesempatan bagi Muslim untuk dengan serius mengembangkan solusi tantangan-tantangan sosial.

“Muslim Amerika memiliki banyak ide dan harus berpartisipasi dalam perkembangan dari solusi yang menlayani negara mereka dan penting bahwa mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal yang sama,” Mogahed mengatakan.

Ia berharap untuk menentang stereotip dari Muslim sebagai ekstrimis dan sumber-sumber dari kegelisahan yang telah bertambah latar belakang dalam beberapa tahun ini dalam kebangkitan dari Amerika Serikat yang menuntun pada perang di dua negara Muslim.

Karena menjadi wanita Muslim pertama di Gedung Putih, Mogahed mengatakan bahwa Jilbab merupakan sebuah non-isu dalam proses perekrutan dan penunjukannya berdasarkan ketertarikan Obama dalam mendengar dari Muslim dan kemampuannya dalam menyediakan informasi tersebut melalui pekerjaannya di Gallup.

“Jilbab bukanlah sebuah permasalahan. Apa yang dicari pemerintahan Obama adalah suara nasehat tentang bagaimana mengajak warga negara Amerika dalam sebuah sebab umum,” Mugahed mengatakan.

Terdapat dua pekerja tetap Muslim baru-baru ini yang dipekerjakan di Gedung Putih, walaupun keduanya tidak memegang posisi politik tingkat tinggi. Bagaimanapun juga, Williams mengatakan bahwa pemerintahan Obama pada umumnya dibelakang penunjukan dan oleh karena itu, komunitas Muslim, seperti kelompok yang lain, telah mengajukan buku-buku rangkuman yang mereka harapkan akan dikonsultasikan sebagai lebih banyak keputusan staf yang dibuat melalui ringkasan tersebut. (Suara Media/ppt/aby)

Print this post

Sincerely,
Padhang Bulan
Layla Signature
Learn more »

Perdagangan Kaum Hawa

Menyoroti Perdagangan Kaum Perempuan


"It happened, therefore it can be happened again: this is the core of what we have to say." (Primo Levi)

Masalah trafficking masih terus membelenggu negeri kita, seperti tampak pada Cover Story Jawa Pos (21 dan 22 April 2009) yang mem-blow up perdagangan perempuan asal bumi Minahasa ke Papua.

Memang, masalah perdagangan orang begitu memprihatinkan. Mengapa ada manusia yang tega menjual sesama untuk dieksploitasi tubuhnya, bahkan diambil organ tubuhnya sehingga martabat luhur kemanusiaannya sungguh amat dilecehkan?


Membaca "Cover Story" itu, saya jadi teringat kalimat salah satu korban holocaust Primo Levi di awal tulisan ini yang menyebutkan "Trafficking terjadi lagi, sehingga masalah ini bisa saja terus terulang: Inilah inti persoalan yang harus kita bicarakan".

Tak heran jumlah kasus ini terus membengkak. Menurut Laporan Perdagangan Manusia yang dirilis Departemen Luar Negeri Amerika Serikat 2007, Indonesia tercatat sebagai juara kedua dunia dalam soal dagang manusia. Sekitar 1,2 juta (dari 2,5 juta orang yang diperdagangkan) adalah anak di bawah usia 18 tahun. Yang mengerikan, trafficking juga memperjualbelikan sebagian organ tubuh korban untuk kepentingan transplantasi.

Mengapa kasus dagang orang terus melonjak dan terulang? Dengan sederhana kita bisa menunjuk kemiskinan sebagai pemicunya. Tapi, jika dipikir, jawaban ini terkesan amat simplistis. Pasalnya, banyak orang miskin yang bisa tetap bertahan dalam hidup yang lurus (istiqamah). Di tengah berbagai tekanan harga sembako yang kian mencekik, mereka tidak sampai menjual diri.

Uang Lecehkan Martabat Manusia

Memang materialisme bisa menggoda sebagian orang, meski mereka tidak masuk kategori miskin. Tentu saja ada orang miskin yang tergoda akan materi sehingga rela menjual anggota kerabatnya sendiri.

Materialisme atau godaan akan uang juga telah menggoda para calo atau muncikari untuk menipu banyak gadis dengan iming-iming kerja enak, tapi kemudian dilacurkan. Kita tentu tidak melupakan kasus puluhan gadis asal Tulungagung yang diiming-imingi menjadi duta wisata ke Jepang, lalu dilacurkan di Tokyo dan beberapa kota lain di Jepang. Publik perlu sadar modus operandi para calo trafficking.

Publik juga harus sadar trafficking adalah tindak kriminal. Ini boleh jadi yang kurang disadari banyak kalangan, termasuk pihak keluarga yang kerap justru menjadi pengambil inisiatif awal dalam menjual kerabatnya sendiri kepada para calo.

Mengapa ini jahat? Karena yang diperjualbelikan adalah manusia. Martabat manusia benar-benar dibuat lebih rendah daripada hewan jika praktik ini terus dilakukan. Dalam Vienna Forum PBB baru-baru ini juga ditekankan perlunya martabat manusia, khususnya perempuan dan anak-anak, dilindungi dari bahaya trafficking.

Sosialisasi UU No 21/2007

Nah, agar tidak makin banyak korban, negeri kita sebenarnya sudah punya payung hukum. Pertama, pasal 297 KUHP yang menyebutkan larangan perdagangan wanita dan anak laki-laki belum dewasa.

Kedua, UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak menentukan larangan memperdagangkan, menjual, atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk dijual (pasal 83). Ketiga secara khusus Indonesia juga telah menerbitkan lex specialis (hukum khusus) tentang perdagangan orang, yaitu: UU No 21/2007.

Agar lex specialis ini lebih tersosialisasi, kita perlu mengetahui apa sebenarnya definisi perdagangan manusia. Menurut UU No 21/2007 pasal 1 angka 1, perdagangan orang adalah: "tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antarnegara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi."

Kita juga perlu tahu apa yang dimaksud korban menurut UU No 21/2007. Definisi korban perdagangan orang adalah: "seseorang yang mengalami penderitaan psikis, mental, fisik, seksual, ekonomi, dan/atau sosial, yang diakibatkan tindak pidana perdagangan orang" (pasal 1 angka 3 UU No 21/2007).

Lalu apa ancaman hukumannya? Pasal 2 UU No 21/2007 mengancam sanksi pidana bagi para penjahat perdagangan manusia. Yang dimaksud pelaku dalam hal ini adalah penjual dan pembeli, termasuk lelaki hidung belang. Sanksi hukumnya adalah penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120 juta, dan paling banyak Rp 600 juta. Jika korbannya anak-anak, ancaman pidananya ditambah sepertiga (pasal 17).

UU No 21/2007 sudah bagus, hanya perlu lebih disosialisasikan dan tentu saja perlu sungguh diterapkan untuk menjerat para pelaku agar tidak sekadar menjadi macan kertas. Sebab, sudah banyak hukum bagus di negeri ini, tapi kemudian lemah dalam implementasinya.

[JP Online, Kamis, 23 April 2009]
Oleh : Mustofa Liem
Mustofa Liem Ph.D , pernah penjadi Koordinator Antitrafficking untuk Region Indonesia Timur (2004-2007).

Print this post

Sincerely,
Padhang Bulan
Layla Signature
Learn more »

Rani Juliani Sang Ratu


Surat Dari Rani Juliani dan Keluarga



Assalamualaikum Wr Wb.

Sahabat sekalian, mohon jangan pojokkan saya dalam urusan yang terjadi di luar kuasa dan kehendak saya. Biarkan saya dan keluarga saya tenang…saya yakin segalanya akan terbuka dengan sendirinya nanti. Tapi pls untuk saat ini biarkan saya dan keluarga saya tenang….pls mohon pengertian dan emphatinya.

Assalamu’alaikum,
Rani dan keluarga.




JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam pemeriksaan Antasari Azhar selama 8,5 jam, penyidik Polda Metro Jaya sama sekali tak menyinggung soal Rani Juliani. Demikian dikatakan salah satu kuasa hukum Antasari Azhar, Farhat Abbas.

"Tadi dari 20 pertanyaan yang diajukan penyidik, tak ada kaitan tentang Rani," kata Farhat Abbas. Ia tak mau menjelaskan secara rinci pertanyaan apa saja yang diajukan kepada Antasari sehingga statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka.


Saat ini Antasari telah ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Selesai pemeriksaan pukul 16.40 WIB, Antasari telah resmi menjadi tahanan Polda Metro Jaya.



Nama Rani Juliani (22) selama ini dikaitkan dengan Antasari dan Nasrudin terkait kasus pembunuhan tersebut. Ia diduga terlibat dalam motif asmara antara Antasari Azhar dengan Nasrudin Zulkarnaen. Polisi pun mengakui bahwa Rani telah meminta perlindungan kepada kepolisian.

"Yang bersangkutan memang meminta perlindungan sebagai saksi," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono kepada wartawan, Jakarta, Senin (4/5).

Namun, Wahyono tak mau menjelaskan apakah alasan Rani meminta perlindungan sebagai saksi terkait kasus pembunuhan Nasrudin. "Memang ada keterangan yang mengaitkan ke sana, maka diminta keterangannya," ujar Wahyono.

www.kompas.com
(Senin, 4 Mei 2009 | 18:44 WIB)
-------

Buat yang tau Kasus Antasari Azhar, pasti ngenal nama Rani Juliani. Cewek belia yang jadi caddy golf bertarif tips sejutaan sekali putar ini emang lagi rame dicari publik. Mahasiswi ber NIM 0811362196 (mirip no. hp pacar kamu ya?) di STMIK Raharja Tangerang jurusan Manajemen Informatika (MI) angkatan 2008 ini terlibat Cinta Segitiga Rani Juliani - Nasrudin Zulkarnain - Antasari Azhar. Ini nie Biografi Rani Juliani Caddy Golf Nasrudin dan Antasari ;-)

Biografi Rani Juliani - Caddy Golf :



* Nama Lengkap : Rani Juliani
* Nama Panggilan : Rani
* Nama Samaran : Tika
* Tanggal Lahir : 1 Juli 1986
* Bintang : Cancer
* Shio : Macan
* Saudara : Anak ketiga dari 4 saudara
* Nama Ayah : Endang M. Hasan
* Nama Ibu : Kuswati
* Status : Istri ketiga siri Nasrudin Zulkarain (Alm.)
* Rumah : Jalan KH Maja RT 01/04, Kampung Kosong, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
* Kampus : STMIK Raharja, Jl Jenderal Sudirman, Babakan, Kota Tangerang | Jurusan Manajemen Informatika (MI) angkatan 2008.
* Pekerjaan : Caddy di Padang Golf Modern di Kompleks Modernland, Pinang, Kota Tangerang | Marketing Klub Golf Modern.
* Blog Rani Juliani : ranijuliani.blogspot.com | rani-juliani.blogspot.com
-------

Wanita - Wanita Penakluk Pejabat Teras Indonesia





Mungkin gambar ini hanya sebagiah kecil dari sekian banyak kasus yang terungkap. Memang benar kata pepatah, wanita adalah penakluk pria, sudah terbukti semenjak Nabi Adam sampai sekarang. Setegar apapun cowok itu, namun berhadapan dengan dengan wanita yang digilainya, langsung jatuh klepek-2.....

source: browsing with google-image
paling atas, paling anyar, Antasari (Ketua KPK) dan 'Caddy girls'
dibawahnya: Max Moein (DPR-PDIP)
dibawahnya lagi Yahya Zaini (DPR-GOLKAR)
paling bawa: Al Amien Nasution (DPR - PPP)

Sumber : http://www.iklan-mudah.com/
*** * ***


Sepak Terjang Sigid Haryo Wibisono, Tersangka Pembunuhan Nasrudin
Sering Jadi Pendamai, Selalu Pestakan Ultah Ibu

Begitu nama Sigid Haryo Wibisono dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain, direktur PT Putra Rajawali Banjaran, teman-temannya di Semarang kaget. Bagaimana sebenarnya sepak terjang Sigid?


PRATONO-RICKI, Semarang
[JP Online, Kamis, 07 Mei 2009]
---


Di depan nama Sigid, ada gelar ningrat: Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT). Di mata teman-temannya di Semarang, sosok pria 43 tahun itu dikenal ringan tangan. Dia sangat gampang menolong orang lain yang mengalami kesusahan.

Hal tersebut disampaikan Supriyadi, salah seorang teman dekat Sigid. Mantan wartawan di Semarang itu menceritakan, Sigid pernah membantu menyekolahkan anak seorang temannya yang tidak mampu.

Selain sering membantu, kata Supri, Sigid dikenal sebagai pendamai konflik. ''Misalnya, saya berkonflik dengan orang dan orang itu kenal Sigid. Maka, Sigid-lah yang kemudian menjadi pendamainya,'' ujarnya.

Dia menduga kasus yang menjerat sobatnya tersebut berawal dari permintaan bantuan oleh Antasari Azhar kepada Sigid. ''Mungkin Antasari minta bantuan dan dibela Sigid karena dia memang penolong,'' paparnya.

Supriyadi yang kini menjadi konsultan media tersebut mengaku bersahabat dengan Sigid saat menjadi anggota Komisi C DPRD Jateng 1997 dan menjabat ketua FKPPI Jateng. ''Waktu dia (Sigid) jadi anggota dewan, saya masih menjadi wartawan,'' jelasnya.

Kepada Supriyadi, Sigid juga sempat meminta saran sebelum mendirikan Harian Merdeka. ''Waktu itu saya sarankan agar korannya banyak mem-blow up kasus korupsi yang ditangani KPK dan kejaksaan. Saat itulah dia (Sigid) mengaku kenal Antasari (Ketua KPK Antasari Azhar, Red),'' ungkapnya.

Rencana Sigid membuat koran juga pernah dilontarkan kepada Supriyadi pada 1996. ''Waktu itu, dia ngomong kalau akan mengelola koran bersama Mbak Tutut (Siti Hardiyanti Rukmana, putri almarhum mantan Presiden Soeharto). Nama korannya Berita Kita,'' ujarnya. ''Tapi, koran itu nggak sampai terbit. Baru mau terbit, terjadilah huru-hara reformasi,'' lanjutnya.

Kesaksian seputar sepak terjang Sigid juga disampaikan Arnaz Andrarasmara, ketua GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra dan Putri Purnawirawan TNI) Kota Semarang. ''Dia juga orang yang sangat berbakti kepada orang tua,'' tuturnya.

Diceritakan, setiap tahun, tepatnya setiap 24 April, Sigid selalu merayakan ulang tahun ibunya, Ny Tatik Mardeo, secara besar-besaran. ''Bahkan, Mas Sigid mau mencium kaki ibunya,'' ungkapnya.

Menurut Arnaz, seniornya di FKPPI tersebut merupakan sosok yang gampang membantu orang lain. Sigid juga sering membantu teman-teman seorganisasinya (di FKPPI) yang ingin berkiprah di organisasi profesi maupun pemerintahan.

Arnaz secara pribadi mengaku cukup dekat dengan Sigid. ''Saya sudah enam tahun kenal dia (Sigid),'' katanya. Sigid, lanjut Arnaz, pernah menjadi sekretaris FKPPI PD IX Jawa Tengah periode 2002-2007.

Dia mengaku kali terakhir bertemu Sigid pada 25 April lalu. Saat itu, Sigid mengadakan pesta ulang tahun ibunya di Patra Semarang Convention Hotel. Itu adalah pesta kedua. Sehari sebelumnya, pesta dilaksanakan di rumah ibunya di Jl S. Parman, Semarang.

''Tiga hari sebelum pesta diadakan, saya diminta Mas Sigid menjadi salah seorang panitia untuk pesta ulang tahun itu,'' ungkap Arnaz.

Dia menggambarkan, pada pesta ulang tahun ibu Sigid tersebut, undangan yang hadir mencapai 1.500 orang. Acara dimeriahkan beberapa artis ibu kota. Di antaranya, Dorce Gamalama dan Vina Panduwinata.

Tahun lalu, pesta besar-besaran juga dihelat Sigid untuk merayakan ulang tahun ibunya. Saat itu, pesta diadakan sampai dua hari di rumah ibunya. Sigid mendatangkan penyanyi campursari Didi Kempot untuk menghibur para undangan.

Radar Semarang (Jawa Pos Group) yang sempat hadir pada pesta itu menyaksikan puluhan aparat berseragam yang membawa senjata laras panjang berjaga selama pesta berlangsung.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, Sigid merupakan putra bungsu di antara tujuh bersaudara pasangan Brigjen (pur) Mardeo dan Ny Tatik Mardeo. Ayahnya adalah mantan kepala staf Kodam IV/Diponegoro.

Sigid pernah menjadi anggota DPRD Jateng periode 1997-1999. Saat itu, dia merupakan anggota dewan termuda di DPRD Jateng dan tercatat sebagai anggota Fraksi Karya Pembangunan.

Selama di DPRD Jateng, Sigid bertugas di komisi C. Namun, sebelum masa tugasnya di DPRD Jateng berakhir, pada 25 Agustus 1998, dia mengundurkan diri. Dia pindah ke Jakarta untuk menerima kepercayaan sebagai asisten pribadi Menteri Kehakiman Muladi. Muladi adalah ketua FKPPI PD IX Jateng ketika Sigid menjabat sekretaris.

Pada Pemilu 2004, Sigid masuk dalam daftar caleg DPR dari Partai Golkar di daerah pemilihan (dapil) Jateng IV yang meliputi Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen dengan nomor urut 2. Meski waktu itu gagal menuju Senayan, karir Sigid tidak tenggelam.

Setelah menjadi asisten pribadi menteri kehakiman, suami Sri Hapsari dan ayah empat anak tersebut dipercaya menjadi penasihat menteri sosial bidang khusus Kabinet Gotong Royong 2002-2004. Dia juga menjadi penasihat menteri sosial bidang khusus Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2006 serta staf khusus menteri sosial bidang sosial ekonomi pada 2005-2007. Saat itu, dia juga tercatat sebagai wakil ketua DPD I Partai Golkar Jateng.

Pada pertengahan 2007, Sigid menjadi perbincangan di jagat politik tanah air setelah masuk menjadi pengurus PKB yang akhirnya menimbulkan perpecahan di tubuh partai yang berakar pada nahdliyin itu.

Terlebih, dia dipercaya oleh PKB Gus Dur untuk duduk sebagai anggota Dewan Syura DPP PKB. Di PKB, dia juga tercatat sebagai wakil ketua karteker DPW PKB Jatim. Tapi, sejak keluarnya SK dari DPP PKB tertanggal 11 Desember 2007, Sigid dilengserkan dari jabatan tersebut.

Ibu Sigid Belum Menjenguk ke Tahanan

Rumah ibu Sigid di Jalan S. Parman kemarin terlihat sepi. Di rumah bergaya lawas berpagar tanaman itu hanya terlihat dua motor yang diparkir di halaman depan. Di rumah tersebut juga terlihat beberapa sangkar burung yang digantung di teras depan. Meski catnya kusam, di atap rumah itu terpasang sebuah antena televisi kabel.

Saat Radar Semarang mendatangi rumah dan memarkir mobil, seorang penjaga rumah langsung bangkit dari pos penjagaan dan menutup pintu pagar besi. Saat wartawan koran ini mendekat, keempat penjaga rumah langsung menghampiri. Dengan ramah, salah seorang penjaga menyatakan bahwa ibu Sigid sedang tidak ada di rumah.

Begitu pula dengan penghuni yang lain. ''Ibu di Solo, Mas. Rumah keluarganya kan di sana. Kami di sini hanya menjaga,'' ungkap penjaga berlogat luar Jawa tersebut.

Pria tersebut juga menuturkan bahwa sang ibu belum sempat menjenguk anaknya yang ditahan. ''Setahu saya ibu belum menjenguk. Kan dia sudah sepuh,'' tuturnya.

Bos Ditahan, Merdeka Tetap Terbit

Harian Merdeka akan tetap terbit meski Sigid yang juga komisaris utama PT Pers Indonesia Merdeka (perusahaan yang menaungi Merdeka) ditahan di Polda Metro Jaya.

Keputusan tetap terbitnya harian yang bermarkas di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, itu melegakan awak redaksi. Pemimpin Redaksi Merdeka Mulyana W. Kusumah yang dihubungi Indopos (Jawa Pos Group) tadi malam mengatakan, dirinya sangat bahagia. ''Hasil rapat barusan (tadi malam, Red) membuat kami lega,'' kata Mulyana.

Rapat itu, ujar Mulyana,--dihadiri pemilik saham PT Pers Indonesia Merdeka. Beberapa petinggi yang hadir, antara lain, Komisaris Sigid Agus Heriyanto, Direktur Operasional Mochammad Riyanto, Direktur Umum/SDM Hasan Mulachela, dan Direktur Pengembangan Usaha Muhamad Agus.

Rapat yang juga dihadiri Denny Kailimang SH, pengacara Sigid Haryo Wibisono, itu memutuskan hal penting terkait kegiatan keredaksian koran yang dibeli dari pengusaha Wina Armada tersebut. Mulyana mengatakan, hingga kini BAP (berita acara pemeriksaan) terus berlangsung sehingga konstruksi hukum masih berubah dan belum pasti.

Bagaimana isu pemblokiran rekening milik Sigid Haryo? Mengenai hal itu, Mulyana menampik. Menurut dia, isu pemblokiran sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus yang saat ini berkembang.

Menurut dia, kasus yang menimpa Sigid sama sekali tidak terkait pidana korupsi dan tidak berkaitan dengan money laundering (pencucian uang). ''Tidak benar itu, tidak ada penutupan rekening,'' tegas Mulyana. (irz/ers/kum)

Print this post

Sincerely,
Padhang Bulan
Layla Signature

Learn more »